Text
Budi Daya Kapulaga (Amomum cardamomun)
Tanaman kapulaga merupakan salah satu keluarga Zingiberaceae (temu-temuan) yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur, dan juga dapat dijadikan sebagai bahan baku industri makanan, minuman, farmasi, dan kosmetik. Beragamnya produk diversifikasi kapulaga menyokong peningkatan permintaan dari berbagai negara. Produksi nasional untuk buah kapulaga pada tahun 2021 mencapai 124.766 ton dan sebanyak 10.462 ton merupakan produk ekspor dengan nilai devisa mencapai US$ 76.791.577.
Untuk mencapai kualitas produk ekspor, buah kapulaga harus memenuhi spesifikasi standar yang telah ditetapkan dan mengacu pada SNI 01-3180-1992 tentang kapulaga. Salah satunya adalah kadar minyak asiri kapulaga (berupa senyawa aktif sineol, borneol, limonen, dan alfa trepinilasetat) minimal mengandung 3% v/b. Pada umumnya kadar minyak asiri kapulaga lokal masih berkisar 2,4%, sementara untuk varietas kapulaga sabrang kadar aktif minyak asiri sudah mencapai 3,5%-7,0%. Namun sayang, jenis ini masih belum banyak dibudidayakan di Indonesia.
Berdasarkan potensi ekonomi dan kadar minyak asiri yang cukup tinggi tersebut, dilakukan berbagai upaya peningkatan produktivitas tanaman. Pengembangan tanaman kapulaga didukung melalui perbaikan dan penerapan teknologi budi daya berdasarkan spesifik lokasi dan norma budi daya yang baik. Teknologi yang diterapkan mencakup pemilihan lokasi, seleksi dan penyiapan benih, penyiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian OPT, panen, dan pascapanen.
Tidak tersedia versi lain