Text
Menelusuri Kuliner Sunda Dalam Tradisi Bancakan Melalui Kritik Gastronomi Sastra
Gastronomi Sastra merupakan dua interdisiplin ilmu yang melibatkan Tata boga dan Sastra sebagai topik kajian. Perspektif kajian Sastra dan kuliner dapat ditinjau sebagai wahana dalam memperkenalkan kebudayaan lokal yang berlandaskan pada nilai historis, kuliner, artistik dan kemasyarakatan. khususnya pada kuliner sunda dan tradisi bancakan dapat tetap eksis. Tujuan dari penelitian ini untuk menelusuri secara historis dan bertahap. Bagaimana hubungan kuliner Sunda dengan sastra dan tata boga, kemudian untuk mengetahui aspek sosiologis lebih lanjut terhadap peran kuliner masyarakat sunda dari masa lalu, masa kini, hingga tahap akulturasi kebudayaan. Mula-mula kuliner nusantara timbul dari tuturan lisan masyarakat, dalam ilmu sastra kerap kali dikenal dengan Sastra Lisan atau Folklor Nusantara. Kini objek kuliner meluas dan berlindaian dengan kajian gastronomi. Selanjutnya ini dikenal dengan gastronomi Sastra. Minimnya pengetahuan dan bahan bacaan masyarakat terhadap Gastronomi Sastra menjadi pemicu utama lahirnya penelitian ini. Metodologi penelitian yang digagas menggunakan metode kuantitatif deskriptif sebagai landasan utama, dengan teknik pengumpulan data (menggunakan sampel kuesioner partisipan yang disebar secara luas,), literatur sastra lisan, kritik gastronomi Indonesia dan Sosiologi Sastra sebagai instrumen penelitian utama. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini berupaya untuk menyebarluaskan pengetahuan masyarakat akan pentingnya nilai historis dari kuliner Sunda Bancakan.. Serta memberitahu informan bahwa ilmu pengetahun dengan bidang yang berbeda dapat saling bersinggungan. Kata Kunci: gastronomi, sastra lisan, sosiologi sastra, bancakan, kuliner sunda PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Pembicaraan mengenai Gastronomi Sastra masih tergolong langka, tidak banyak riset ataupun penelitian yang membahas mengenai Gastronomi Sastra, demikianpun dengan ikhwal peredaran Gastronomi Sastra yang masih dinilai belum lama ada di Indonesia. Thompson (2005:148) menyatakan bahwa gastronomi dan sastra amat dekat. Latar belakang sosial budaya besar pengaruhnya pada karya-karya sastra Gastronomi. Gastronomi sastra juga mampu menggali makna sastra dalam kaitannya dengan strata sosial, budaya dan Identitas hidup, ini memiliki arti bahwa gastronomi sastra berlindaian dengan sosiologi. Berbicara tentang Gastronomi Sastra dalam kuliner Sunda. Sejak dahulu kala tataran Sunda dinilai
Tidak tersedia versi lain